FMKI DIY dan Ormas Katolik Perkuat Kerja Sama Pelayanan Sosial Kemasyarakatan

Table of Contents

FMKI dan ormas Katolik DIY menggelar misa dan dialog di Yogyakarta untuk memperkuat sinergi serta pelayanan sosial kemasyarakatan bersama gereja.


YOGYAKARTA - Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama organisasi masyarakat Katolik menggelar misa dan dialog kemasyarakatan di Gereja Katolik Santo Fransiskus Xaverius, Kidul Loji, Yogyakarta, Jumat, 23 Oktober 2026. Pertemuan ini menegaskan kesiapan FMKI dan ormas Katolik untuk bekerja sama dalam pelayanan gereja di tengah masyarakat.

Ketua Komisi PK3 Kevikepan Yogyakarta Barat, Romo Rosarius Sapto Nugroho, Pr., menyampaikan bahwa pertemuan tersebut memuat dua pesan utama, yakni kesiapan FMKI dan ormas Katolik untuk menaati arahan hierarki gereja serta tekad mendukung gerakan pastoral kemasyarakatan di Kevikepan Yogyakarta Barat dan Yogyakarta Timur.

“Kita bersama-sama menyatakan tekad untuk total mendukung gerakan-gerakan pastoral kemasyarakatan di Kevikepan Jogja Barat dan Jogja Timur,” kata Romo Sapto seusai misa dan dialog.

Menurut dia, setiap organisasi memiliki kekhasan yang dapat digunakan untuk menghadirkan pelayanan gereja di tengah masyarakat. Kerja sama itu dapat diwujudkan melalui kegiatan bersama, saling membantu, dan menindaklanjuti persoalan kemasyarakatan.

Romo Sapto juga mengajak organisasi Katolik membangun komunikasi dan membuka ruang kolaborasi. Setiap organisasi, termasuk FMKI di tingkat kabupaten dan kota, dapat mengundang organisasi lain untuk berdiskusi dan menindaklanjuti persoalan yang dihadapi bersama.

Romo Tanto dan Romo Sunaryadi Tekankan Pelayanan Sosial

Vikaris Episkopalis Kevikepan Yogyakarta Barat, Romo Yohanes Sunaryadi, Pr. bersama Vikaris Episkopalis Kevikepan Yogyakarta Timur, Romo Marcellinus Tanto, Pr. 

Dalam sesi dialog, Vikaris Episkopalis Kevikepan Yogyakarta Timur, Romo Marcellinus Tanto, Pr., mengajak organisasi masyarakat Katolik memperkuat pelayanan sosial dan kemanusiaan. Ia juga menekankan pentingnya kaderisasi agar organisasi memiliki penerus yang mampu melanjutkan pelayanan.

Romo Tanto mendorong setiap organisasi berbagi pengalaman dan program untuk mengembangkan karya kemasyarakatan. Organisasi Katolik diharapkan tidak hanya menjalankan program internal, tetapi juga memperhatikan kebutuhan umat dan masyarakat di lingkungan masing-masing.

Sementara itu, Vikaris Episkopalis Kevikepan Yogyakarta Barat, Romo Yohanes Sunaryadi, Pr., mengajak FMKI dan ormas Katolik menjaga Yogyakarta sebagai wilayah yang dikenal dengan budaya, kehidupan keagamaan, dan kerukunan masyarakatnya.

Ia menekankan pentingnya peran organisasi Katolik dalam menghadirkan gereja sebagai terang dan garam di tengah masyarakat. Romo Sunaryadi juga mendorong pengembangan semangat sinodalitas melalui kerja sama ant organisasi dan keuskupan agar pelayanan sosial kemasyarakatan semakin berdampak dalam kehidupan bersama.

Perkenalan dan Dialog Organisasi

Kegiatan diawali dengan misa, kemudian dilanjutkan dengan dialog serta perkenalan para romo dan perwakilan organisasi masyarakat Katolik di DIY.

Ketua FMKI DIY, Matheas Yuswo Prakosa, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar FMKI dan ormas Katolik semakin guyub serta mampu bekerja bersama dalam pelayanan bagi gereja, bangsa, dan masyarakat.

Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi para peserta untuk saling mengenal, bertukar pandangan, dan memperkuat hubungan ant organisasi Katolik di wilayah Yogyakarta.