FMKI Akhiri Kepanitiaan Pernas XIII, Semangat Pelayanan Diminta Terus Bertumbuh
MAGELANG – Panitia Pertemuan Nasional (Pernas) XIII Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) resmi dibubarkan dalam sebuah pertemuan yang berlangsung di Ndalem Jeruk Agung, Srumbung, Kabupaten Magelang, Minggu (12/7/2026). Penutupan masa kepanitiaan itu menjadi penanda berakhirnya rangkaian tugas penyelenggaraan Pernas XIII FMKI sekaligus momentum refleksi atas karya bersama yang telah dijalankan selama proses persiapan hingga pelaksanaan kegiatan nasional tersebut.
Acara dihadiri panitia FMKI Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah yang terlibat dalam penyelenggaraan Pernas XIII FMKI di Rumah Retret dan Pengembangan Spiritualitas (RRPS) Sangkal Putung, Klaten, Jawa Tengah, pada 4–6 Juni 2026. Kegiatan diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin Romo Rosarius Sapto Nugroho, Pr. Dalam pengantarnya sebelum misa, Romo Rosarius mengajak seluruh peserta mensyukuri perjalanan kebersamaan yang telah terbangun selama bertahun-tahun melalui karya pelayanan di tengah Gereja dan masyarakat.
"Kita bersyukur atas karya-karya kita. Kebersamaan yang cair, akrab, penuh canda, tetapi juga penuh pandangan ke depan telah menjadi kekuatan untuk terus berjalan bersama. Kita telah menyumbangkan sesuatu bagi Gereja melalui karya-karya yang dilakukan," kata Romo Rosarius.
Ia menilai jejaring yang terbangun di FMKI tidak hanya mempererat hubungan antarpengurus di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, tetapi juga melahirkan kolaborasi lintas daerah yang mampu memberi inspirasi hingga tingkat nasional. Menurutnya, semangat kebersamaan tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat peran kaum awam Katolik di tengah kehidupan bermasyarakat.
Dalam homilinya, Romo Rosarius mengangkat perumpamaan tentang benih yang ditaburkan sebagaimana tertulis dalam Injil. Ia menegaskan bahwa benih yang dimaksud adalah manusia yang dipanggil untuk menghasilkan buah melalui karya nyata di lingkungan masing-masing.
"Benih yang ditabur itu adalah orang. Artinya, kita semua ditaburkan untuk menghasilkan buah-buah yang berlimpah. Kita bersyukur sudah boleh menghasilkan buah di keuskupan, paroki, bahkan di luar wilayah kita sehingga dapat menjadi inspirasi bagi yang lain," ujarnya.
Romo Rosarius berharap semangat yang lahir dari Pernas XIII FMKI terus berlanjut melalui pembentukan dan penguatan organisasi FMKI di berbagai daerah. Menurutnya, tindak lanjut pasca-Pernas menjadi langkah penting agar pelayanan kaum awam semakin berkembang di tingkat keuskupan, provinsi, maupun kabupaten/kota.
"Kita berharap buah itu nanti benar-benar muncul dan berlimpah. Semoga semakin banyak keuskupan yang terdorong memfasilitasi lahirnya FMKI di daerah masing-masing sehingga karya ini terus berkembang," katanya.
Ia juga mengajak seluruh panitia untuk tidak berkecil hati terhadap berbagai kekurangan yang ditemui selama menjalankan kepanitiaan. Mengutip perumpamaan tentang benih yang menghasilkan tiga puluh, enam puluh, dan seratus kali lipat, Romo Rosarius menegaskan bahwa setiap hasil karya tetap memiliki nilai di hadapan Tuhan.
"Ketidaksempurnaan tidak boleh menghentikan langkah karya kita. Jangan sampai kekurangan memadamkan api Roh Kudus dalam diri kita. Tetaplah menjadi pejuang Gereja yang terus bertumbuh dan menghasilkan buah sesuai kemampuan yang Tuhan berikan," tuturnya.
Pertemuan pembubaran panitia berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan syukur. Selain menjadi penutup rangkaian kepanitiaan Pernas XIII FMKI, kegiatan tersebut menjadi ajang mempererat persaudaraan antaranggota panitia sekaligus memperkuat komitmen untuk terus mengembangkan pelayanan, membangun jejaring, serta menghadirkan karya yang bermanfaat bagi Gereja, masyarakat, dan bangsa.
#FMKI #PernasXIII #GerejaKatolik #KaumAwam #Pelayanan #Yogyakarta #JawaTengah #Klaten #Magelang #Kebersamaan

