Mahfud MD: Kebinekaan Harus Dirawat, Jangan Lelah Mencintai Indonesia

Table of Contents

Mahfud MD mengajak masyarakat merawat kebinekaan, menjaga persatuan, dan melanjutkan perjuangan Romo Benny serta Gus Dur demi masa depan Indonesia.


SLEMAN – Mahfud MD mengajak masyarakat menjaga kebinekaan dan tidak menyerah dalam memperjuangkan persatuan bangsa. Menurut dia, perjuangan merawat keberagaman yang dirintis sejumlah tokoh, termasuk Romo Antonius Benny Susetyo dan Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, perlu dilanjutkan oleh generasi berikutnya.

Pesan itu disampaikan Mahfud dalam Romo Benny Memorial Lecture bertema “Merawat Kebinekaan dan Humanisme, Menjaga Persatuan Bangsa” di Pondok Pesantren Bumi Cendekia, Gombang, Tirtoadi, Mlati, Kabupaten Sleman, Minggu (18/10/2026).

Mahfud mengatakan, masyarakat Indonesia telah melewati berbagai persoalan yang dipicu perbedaan agama dan identitas kelompok. Ia menilai perjuangan panjang merawat kebangsaan telah membawa perubahan, meski upaya memperkuat persatuan masih harus diteruskan.

Ia mengingatkan agar masyarakat tidak memandang kelompok agama lain sebagai ancaman. Menurut Mahfud, persoalan bangsa semestinya dilihat berdasarkan perilaku dan persoalan moral, bukan semata-mata perbedaan agama.

Mahfud juga mengajak masyarakat melihat kemajuan Indonesia tanpa menutup mata terhadap persoalan yang masih ada. Ia mencontohkan perkembangan pendidikan, kebebasan menyampaikan kritik, dan penurunan angka kemiskinan sebagai bagian dari perubahan yang telah dicapai sejak kemerdekaan.

“Jangan pernah lelah untuk mencintai Indonesia. Karena Indonesia yang ada masa depan kita, dan kita adalah masa depan Indonesia,” kata Mahfud dalam pemaparannya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kemajuan tersebut harus diikuti perjuangan mewujudkan keadilan dan kemakmuran. Masyarakat, menurut dia, perlu terus menyuarakan kebenaran sekaligus menjaga kebersamaan di tengah perbedaan.

Sahabat mengenang perjuangan Romo Benny

Dalam acara yang diselenggarakan Jaringan GUSDURian bersama Pondok Pesantren Bumi Cendekia itu, sejumlah sahabat mengenang peran Romo Benny dalam memperjuangkan kemanusiaan, kebinekaan, dan dialog lintas iman.

Direktur Jaringan GUSDURian Alissa Wahid mengatakan, Romo Benny turut membantu merumuskan nilai-nilai perjuangan Gus Dur yang kemudian menjadi panduan gerakan GUSDURian. Nilai-nilai tersebut menjadi dasar bagi jaringan itu untuk merespons berbagai persoalan masyarakat, termasuk isu kelompok minoritas dan kemanusiaan.

Alissa mengenang Romo Benny sebagai tokoh agama yang tidak hanya berkutat pada kegiatan keagamaan, tetapi juga aktif membicarakan persoalan bangsa dan rakyat. Ia berharap keluarga serta generasi muda meneruskan perjuangan Romo Benny dalam membangun kehidupan yang adil bagi seluruh masyarakat Indonesia.

“Gus Dur dan Romo Benny sudah meneladankan, saatnya kita melanjutkan,” ujar Alissa.

Perwakilan keluarga, Andreas Edi Susetyo, juga mengenang kedekatan Romo Benny dengan sejumlah tokoh lintas agama dan komunitas di Yogyakarta. Ia mengatakan, Yogyakarta memiliki tempat tersendiri dalam perjalanan Romo Benny, termasuk melalui hubungannya dengan Romo Y.B. Mangunwijaya dan sejumlah tokoh masyarakat.

Andreas berharap kerja sama antara keluarga, Jaringan GUSDURian, dan Pondok Pesantren Bumi Cendekia dapat terus berlanjut untuk merawat nilai kemanusiaan dan persatuan bangsa.

Sementara itu, sejumlah sahabat yang hadir dalam sesi kesaksian menekankan pentingnya menerapkan nilai-nilai yang diwariskan Romo Benny dalam kehidupan sehari-hari.

Guru besar sosiologi pendidikan Rafiq Karsidi mengatakan, Romo Benny mengajarkan bahwa toleransi harus menjadi kebiasaan dan kebinekaan dirawat melalui dialog. Ia juga mengingatkan bahwa Pancasila tidak cukup berhenti sebagai hafalan atau slogan, tetapi harus tercermin dalam perilaku warga negara dan kebijakan pemerintah.

Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Yogyakarta, Maria Yohana Esti Wijayati, mengenang Romo Benny sebagai pembela hak konstitusional warga negara. Dari interaksinya dengan Romo Benny, ia belajar bahwa persoalan intoleransi perlu diselesaikan melalui komunikasi, dialog, dan pencarian solusi.

Melalui memorial lecture ini, para sahabat dan keluarga mengenang Romo Benny bukan hanya melalui kisah hidupnya, tetapi juga melalui nilai-nilai yang mereka harapkan terus diterapkan dalam kehidupan berbangsa.