Sarasehan Pra-Pernas FMKI 2026 Digelar, Serukan Kebangkitan dan Arah Baru Gerakan Umat Katolik
Pra-Pernas FMKI XIII - Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) melalui Badan Pekerja menggelar Sarasehan Pra-Pernas secara daring melalui Zoom pada Minggu malam, 3 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian Pra-Pernas XIII FMKI yang akan berlangsung sepanjang Mei 2026, diikuti pengurus dan anggota FMKI dari berbagai keuskupan di Indonesia, serta menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan klerus dan awam.
Sarasehan bertema “FMKI Siap Bangkit dan Bergerak” ini merupakan bagian dari persiapan menuju Pertemuan Nasional (Pernas) XIII FMKI yang dijadwalkan berlangsung pada 4–6 Juni 2026 di Klaten. Selain sarasehan, rangkaian Pra-Pernas juga mencakup webinar bertema politik, sosial, ekonomi, dan teologi yang akan digelar setiap Minggu selama bulan Mei.
Dalam sambutannya, anggota Komisi Kerasulan Awam KWI sekaligus perwakilan Badan Pekerja FMKI, RD. Yohanes K. Jeharut, menekankan pentingnya momentum Pra-Pernas sebagai ruang refleksi dan konsolidasi gerakan awam Katolik. Ia menyampaikan bahwa berbagai peristiwa penting Gereja dan bangsa, seperti 100 tahun Konferensi Waligereja Indonesia dan 60 tahun Konsili Vatikan II, menjadi dasar untuk menata kembali peran Gereja dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.
“Momentum-momentum ini bukan sekadar untuk dirayakan, tetapi menjadi titik refleksi untuk melihat kembali perjalanan Gereja, termasuk peran sosial politik umat awam. Karena itu, sarasehan ini diharapkan membantu kita bangkit dan bergerak menghadapi perubahan zaman,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Badan Pekerja FMKI, RD. Rosarius Sapto Nugroho, menjelaskan bahwa FMKI lahir sebagai ruang perjumpaan umat Katolik yang plural dan tersebar di berbagai wilayah. Menurutnya, FMKI berfungsi sebagai “meeting point” dan “rallying point” untuk menyatukan aspirasi dan memperkuat peran umat dalam kehidupan berbangsa.
“FMKI diharapkan menjadi rumah bersama yang tidak hanya menghimpun, tetapi juga menggerakkan. Ke depan, sinergi dengan struktur pastoral Gereja perlu diperkuat agar pelayanan sosial kemasyarakatan berjalan lebih efektif,” kata dia.
Ketua Badan Pekerja FMKI, Yohanes Ari Nurcahyo, menambahkan bahwa saat ini FMKI telah resmi berbadan hukum sebagai perkumpulan sejak Maret 2026. Ia menyebutkan bahwa transformasi organisasi mencakup penguatan kelembagaan, struktur hibrida berbasis wilayah pemerintahan dan gerejawi, serta peran sebagai mitra hierarki dalam bidang sosial politik.
“FMKI ingin menjadi rumah bersama seluruh elemen masyarakat Katolik sekaligus mitra hierarki dalam mengawal kehidupan sosial, politik, dan kemasyarakatan. Ini menjadi bagian dari upaya revitalisasi agar FMKI semakin relevan ke depan,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan Pra-Pernas ini diharapkan dapat memperkuat konsolidasi nasional FMKI serta menghasilkan gagasan strategis yang akan dibahas dalam Pernas XIII. Keterlibatan peserta dari berbagai daerah juga menjadi ruang pertukaran pengalaman dan refleksi bersama dalam merespons dinamika sosial politik yang berkembang.
Melalui kegiatan ini, FMKI mendorong partisipasi aktif umat Katolik dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Sejumlah peserta menyambut kegiatan ini sebagai wadah untuk memperluas jejaring, memperdalam pemahaman, serta memperkuat komitmen pelayanan di daerah masing-masing menjelang pelaksanaan Pernas mendatang.
