Teologi Kontekstual Didorong Jadi Landasan Kerasulan Politik Awam Menyongsong Indonesia Emas 2045

Table of Contents



Pra-Pernas FMKI XIII - Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) menegaskan pentingnya teologi kontekstual sebagai landasan gerakan awam dalam menjalankan kerasulan sosial-politik menjelang 100 tahun Indonesia merdeka. Penegasan tersebut mengemuka dalam Webinar IV Pra-Pernas XIII FMKI bertema “Tematik Teologi Kontekstual: Proyeksi Gerakan Awam dan Relevansi Teologi Kontekstual bagi Peran FMKI Menjalankan Kerasulan Politik Menyongsong 100 Tahun Indonesia” yang digelar secara daring sebagai rangkaian menuju Pernas XIII FMKI di RRPS Klaten, 4–6 Juni 2026.

Ketua Badan Pekerja FMKI, Yohanes Ari Nurcahyo, dalam pembukaan webinar menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan webinar keempat dari rangkaian Pra-Pernas XIII FMKI yang bertujuan mengukuhkan revitalisasi dan transformasi organisasi. Menurutnya, FMKI ingin memperkuat diri sebagai ruang sinodal yang mempertemukan awam dan hierarki Gereja dalam menggerakkan kerasulan sosial, politik, dan kemasyarakatan. “FMKI ingin mengukuhkan dan menguatkan diri sebagai ruang sinodal antara awam dan hierarki dalam animasi gerakan kerasulan sosial politik kemasyarakatan,” ujarnya.

Ari mengatakan, tiga webinar sebelumnya telah membahas perubahan sosial dan budaya, tantangan politik dan demokrasi, serta persoalan ekonomi dan kebijakan publik. Pada webinar kali ini, peserta diajak merefleksikan kembali peran iman dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut melalui perspektif teologi kontekstual. Ia menilai refleksi teologis penting untuk menjadi dasar gerakan awam dalam menjawab dinamika sosial dan politik yang terus berkembang.

Pembicara pertama, Dr. Aloysius Dewanto Handoko dari Badan Pekerja FMKI, mengaitkan tema teologi kontekstual dengan konsep hukum alam yang dikembangkan Santo Thomas Aquinas. Ia menjelaskan bahwa hukum manusia seharusnya bersumber dari moralitas dan hukum alam yang berorientasi pada kebaikan bersama. Menurutnya, teologi memberikan dasar moral dalam menentukan tindakan yang baik dan menghindari tindakan yang buruk.

“Menurut Santo Thomas Aquinas, hukum manusia hanya sah secara moral jika sejalan dengan hukum alam. Karena itu, ketika ada kebijakan atau regulasi yang bertentangan dengan moralitas dan kepentingan masyarakat luas, maka hal tersebut patut dipertanyakan,” kata Aloysius. Ia juga mengajak FMKI sebagai bagian dari masyarakat madani untuk berperan aktif dalam mendorong pembaruan sosial dan konstitusional melalui jalur-jalur demokratis.

Sementara itu, pembicara kedua, RP Dr. A. Setyo Wibowo SJ, mengajak peserta merefleksikan kembali sosok Yesus sebagai teladan keberpihakan kepada mereka yang menderita. Menurut dosen STF Driyarkara tersebut, teologi kontekstual perlu berangkat dari pengalaman iman yang menghadirkan solidaritas terhadap kelompok rentan dan korban ketidakadilan.

“Iman kepada Yesus seharusnya mengarahkan kita kepada solidaritas dengan mereka yang menderita dan menjadi korban. Bukan kepada mereka yang semata-mata memegang kekuasaan,” ujar Romo Setyo. Ia menekankan pentingnya konsep memoria passionis atau ingatan akan penderitaan Kristus sebagai dasar keterlibatan umat dalam kehidupan sosial dan politik.

Dalam paparannya, Romo Setyo juga mengingatkan bahwa berbagai pemikiran teologis harus selalu diuji melalui keberpihakan terhadap kemanusiaan dan nilai-nilai Injil. Menurutnya, teologi tidak boleh berhenti pada wacana akademik, tetapi harus menjadi inspirasi bagi tindakan nyata yang menghadirkan keadilan, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama.

Webinar yang dimoderatori Matheus Haryanto tersebut menjadi ruang refleksi bagi anggota FMKI, para imam, dan peserta dari berbagai daerah untuk memperdalam pemahaman tentang peran awam Katolik dalam kehidupan berbangsa. Melalui rangkaian Pra-Pernas XIII, FMKI berharap lahir gagasan dan langkah bersama yang mampu memperkuat kontribusi umat Katolik dalam pembangunan masyarakat, sekaligus menjaga semangat kebangsaan yang berakar pada nilai iman dan kepedulian terhadap sesama.


#FMKI #PraPernasFMKI #PernasXIIIFMKI #TeologiKontekstual #KerasulanAwam #GerejaDanMasyarakat #PolitikKebangsaan #IndonesiaEmas2045 #MasyarakatKatolik #KebangkitanNasional #AjaranSosialGereja #AwamKatolik #ForumMasyarakatKatolikIndonesia #RefleksiIman #KeadilanSosial