Retret dan Live In Disiapkan, PK3 Yogyakarta Perkuat Empati Calon Kader Muda Katolik

Table of Contents


FMKI DIY
– Komisi Penghubung Karya Kerasulan Kemasyarakatan (PK3) Kevikepan Yogyakarta Barat dan Kevikepan Yogyakarta Timur mematangkan persiapan pelaksanaan tahap kedua program pendampingan berjenjang Youth Empowerment Bootcamp: Membangun Generasi Tangguh bertema "Aku Muda". Program yang akan digelar pada akhir Juni 2026 tersebut dirancang untuk membentuk karakter, empati, dan komitmen generasi muda Katolik melalui retret dan kegiatan live in.

Rapat persiapan berlangsung di Deresan, Kamis (18/6/2026), dan diikuti oleh panitia dari kedua kevikepan. Ketua Komisi PK3 Kevikepan Yogyakarta Barat, Romo Rosarius Sapto Nugroho, Pr, mengatakan kegiatan ini merupakan kelanjutan dari tahap pertama yang telah membantu peserta mengenali diri melalui tema "Aku Ada". Pada tahap kedua, sebanyak 23 peserta siswa SMA kelas X dan XI akan mengikuti retret, pembekalan, serta live in di sejumlah lokasi pendampingan.

"Kami akan melaksanakan retret untuk kaderisasi bagi anak-anak SMA kelas 1 dan kelas 2. Ini retret tahap kedua, lanjutan dari tahap pertama. Setelah anak-anak mengenali diri sendiri melalui tema Aku Ada, pada retret kedua bertema Aku Muda ini mereka diharapkan semakin mampu merespons kondisi-kondisi yang ada di sekitar mereka melalui live in di beberapa tempat," ujar Romo Sapto.

Menurutnya, pengalaman hidup bersama masyarakat akan memperluas wawasan peserta sehingga tidak hanya berfokus pada diri sendiri, tetapi juga memahami realitas sosial di sekitarnya. Melalui pengalaman tersebut, para peserta diharapkan mampu mengenali kecenderungan sikap dan respons pribadinya sebagai bekal dalam menemukan karakter serta panggilan hidup.

"Respon-respon itu nantinya akan membantu mereka mengenali diri sendiri dan akan dilanjutkan pada tahap ketiga untuk melihat arah karakter dan passion yang dapat dikembangkan agar hidup mereka semakin berbuah bagi diri sendiri maupun banyak orang, serta menjadi pribadi Katolik yang membawa berkat," kata Romo Sapto.

Ketua Komisi PK3 Kevikepan Yogyakarta Timur, Elisabeth Setyaningsih, menjelaskan bahwa tahap kedua akan diikuti oleh 23 peserta dengan metode pembelajaran yang memadukan pembekalan tatap muka, live in, dan evaluasi setelah kegiatan lapangan. Pembekalan dijadwalkan berlangsung pada 27–28 Juni 2026, kemudian peserta diterjunkan ke lokasi live in hingga 30 Juni sebelum mengikuti sesi refleksi di Wisma Pojok.

"Pembekalan ini dilakukan supaya mereka matang ketika menjalani live in. Bukan sekadar tinggal di lokasi, tetapi benar-benar merasakan bahwa kehidupan di sana tidak selalu mudah. Pengalaman itu diharapkan membentuk mental mereka menjadi lebih dewasa dan memahami situasi yang dihadapi masyarakat," ujar Elisabeth.

Ia menambahkan, lokasi live in direncanakan berada di beberapa tempat pelayanan sosial, peserta akan tinggal sementara di lokasi pelayanan sosial untuk belajar secara langsung mengenai kehidupan masyarakat dan pelayanan sosial.

Elisabeth berharap pengalaman tersebut dapat menumbuhkan kepekaan sosial para peserta di tengah tantangan kehidupan generasi muda saat ini. " Harapan kami anak-anak memiliki empati, bela rasa, dan komitmen. Mereka tidak harus mengalami sendiri kesulitan, tetapi dengan melihat dan merasakan situasi yang sulit, mereka diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan siap melanjutkan kaderisasi di masa depan. Kami juga akan terus mendampingi mereka hingga dewasa," katanya.

Melalui rangkaian retret dan live in ini, Komisi PK3 Kevikepan Yogyakarta Barat dan Yogyakarta Timur berupaya membangun kader muda yang tidak hanya mengenal potensi dirinya, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap sesama serta siap mengambil peran dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat.

#PK3 #KevikepanYogyakarta #YouthEmpowermentBootcamp #AkuMuda #Retret #LiveIn #Kaderisasi #OrangMudaKatolik #Empati #Karakter #GerejaKatolik #Yogyakarta